Penulis : 
Muhammad Reza Aulia
Zulkarnain Lubis
Utari Azrani

Judul Buku : Merenungkan Transformasi Agribisnis Perkebunan Indonesia: Risiko, Ketahanan Pangan, Nilai Tambah, dan Kesejahteraan Petani  

Kode Buku : P718

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Jml Hal: 255 hlm
No. ISBN: 
Terbit: -
Harga: -
Penerbit Buku Sonpedia

Sinopsis :
Indonesia sering disebut sebagai negara agraris. Tanahnya subur, komoditasnya melimpah, petaninya bekerja keras, dan hasil perkebunannya dikenal hingga pasar dunia. Namun, di balik kebanggaan itu, ada pertanyaan besar yang belum selesai: mengapa petani yang menjadi pelaku utama pertanian justru sering menjadi pihak yang paling rentan?
Buku ini mengajak pembaca membaca ulang pertanian Indonesia dengan cara yang lebih utuh. Pertanian tidak lagi cukup dipahami sebagai kegiatan menanam, merawat, memanen, dan menjual hasil. Pertanian hari ini adalah sistem panjang yang menghubungkan petani dengan modal, teknologi, koperasi, pasar, industri, kebijakan pemerintah, perdagangan global, lingkungan, dan konsumen. Karena itu, pembangunan pertanian harus bergerak menuju pembangunan agribisnis yang lebih modern, adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui bahasa yang reflektif, ringan, tetapi tetap akademik, buku ini membahas berbagai isu penting dalam agribisnis perkebunan Indonesia. Pembaca diajak memahami mengapa produksi besar tidak selalu membuat petani sejahtera, mengapa nilai tambah sering dinikmati pelaku hilir, mengapa rantai niaga yang panjang melemahkan posisi petani, serta mengapa koperasi, pembiayaan, asuransi, penyuluhan, digitalisasi, dan hilirisasi menjadi kunci penting untuk membangun agribisnis masa depan.
Buku ini juga menghubungkan isu agribisnis dengan program-program pemerintah yang sedang berkembang, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, KUR pertanian, pupuk bersubsidi, asuransi usaha tani, Peremajaan Sawit Rakyat, dan hilirisasi perkebunan. Program-program tersebut tidak dibaca sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem agribisnis yang seharusnya mampu memperkuat petani dari hulu sampai hilir.
Pada akhirnya, buku ini tidak hanya berbicara tentang pertanian sebagai sektor ekonomi. Buku ini berbicara tentang pilihan pembangunan: apakah Indonesia akan terus menjadi pemasok bahan mentah, atau berani membangun agribisnis yang menciptakan nilai tambah di desa, memperkuat koperasi, melibatkan generasi muda, menjaga lingkungan, dan membuat petani lebih sejahtera?